Follow Me @fergiana.s

Saturday, October 7, 2017

Kata Terlambat



Di saat kata ‘terlambat’ diucapkan apa yang langsung terlintas dibenak anda? Mungkin pendapat kita semua berbeda mengenai hal ini. Yah hari ini aku akan mengungkapkan apa saja pemikiran-pemikiran yang muncul di pikiranku.

Pertama kali ketika aku mengungkit topik ini, kata terlambat selalu membuat ku berpikiran kearah negative sepeti ‘penyesalan’. Entahlah mengapa hanya saja pikiran ku langsung teralihkan ke moment yang buruk. Bisa jadi seseorang terlambat sekolah dan ia dihukum, bisa jadi seseorang dalam keadaan kritis terlambat diberi pertolongan pertama dirumah sakit, bisa jadi seseorang diluar sana terlambat menyampaikan cinta kemudian detik berikut ia ditikung dan... Masih banyak lagi hal-hal negatif yang muncul.

Terlambat bisa jadi menjadi sebuah moment yang mendebarkan bagi seseorang, bisa menjadi event yang paling menakjubkan, dapat pula menjadi sebuah kepahitan yang amat. Sesungguhnya definisi terlambat menurut aku sendiri itu memiliki makna yang sangat berarti. Sounds cliché but, aku sendiri menganggap bahwa ‘terlambat’ itu seperti sebuah second chance untuk kita.

Ketika aku benar-benar menelusuri (dalam otak aku ajasi) terlambat memiliki power yang sangat kuat. Aku sendiri tidak bisa benar-benar memberikan contoh supaya kalian bisa mengerti. Hanya saja dibalik terlambat akan selalu ada sesuatu yang mendebarkan, menyenangkan. Well, aku tidak tau apakah pengalaman  ini bisa membuat kalian mengerti maksud aku tapi semoga saja dapat tersampaikan hehe.

Ini pengalaman saat aku LKS Nasional (semacam lomba kompetisi khusus untuk anak-anak SMK dan aku ikut dibidang desain grafis). Acara tersebut berlangsung di Malang, Jawa Timur. Fasilitas tempat tinggal lumayan seru, bukan dihotel melainkan homestay dirumah penduduk. Aku berada di homestay nomor 6 (kalau aku tidak salah ya) dan setiap homestay pastinya ada 3-4 peserta yang sama tempat tinggalnya. Kebetulan malam pertama aku tidur sendiri, soalnya peserta lain sudah tidur duluan. Aku sampai disana tepat pukul 11 malam. Dalam keadaan teramat lelah dan lapar. Maka sebelum tidur aku menyempatkan diri untuk makan, mandi kemudian mengabari orangtua ku bahwa aku sudah sampai.

Teman-teman disana semua baik, orangnya ramah-ramah dan dewasa meski umur mereka lebih kecil 1-2 tahun dibanding aku. Aku senang sekali meskipun kami ini adalah rival (yep, bidang lomba kami sama) tapi mereka tidak keberatan saling mengajari penggunaan software yang baru saja aku kenal. Nah sedikit jujur, aku sebenarnya kurang tekun belajar untuk mempersiapkan diri dalam mengasah skill aku. Aku lebih sering menggunakan software CorelDraw namun untuk lomba semua harus menggunakan software Adobe.

Bagai petir di sore hari, aku kaget setengah mati. Bagaimana tidak? Aku memang tidak tekun belajar, namun setidaknya masih ada menempel sedikit ilmu di Corel namun tidak untuk Adobe! Malam itu kami berkumpul disalah satu kamar peserta. Mereka tidak sungkan membagi ilmu, mengajari aku tools-tools nya dan berkata tenang sebab sebenarnya semua software sama hanya tata letak dan namanya saja yang beda. Phew, sungguh baik bukan?

Hari-hari lomba berjalan mulus, hanya sedikit kendala. Panasnya warbiyasah meski tiap sisi ada AC. Aku sungguh sadar diri saat itu sebab tampaknya orang-orang sekitarku sangat membanggakan aku, tetapi bila kilas balik aku tidak sungguh-sungguh belajar. Aku menyesal. Sungguh menyesal.

Alhasil di LKS tingkat Nasional aku mendapatkan juara harapan 1. Jujur aku kaget sekali, how come? Padahal aku sudah terlebih dahulu baper, menyesal. Pikiran-pikiran berkecamuk dikepala aku, tapi aku sudah terlambat untuk menyesal karena semuanya sudah terjadi. Hasil harapan 1 itu membuat guru-guru dari sekolahku bersorak senang. Di detik itu juga aku sadar bahwa aku pingin sekali balik ke masa mempersiapkan lomba, ingin sungguh-sungguh menekuni, ingin mengasah skill ku.

Tapi kemudian aku bersyukur karena ‘keterlambatan’ yang aku alami saat itu bisa menjadi aku yang sekarang ini. Aku yang terlambat membuat aku lebih fokus dengan apa yang aku mau, aku yang terlambat membuat aku lebih rajin dan konsisten dalam mengatur jadwal-jadwal belajarku. Aku yang terlambat memberi aku kesempatan emas untuk mengerti bahwa semua ini terjadi supaya kedepannya aku akan merasakan kemenangan, sesuatu yang mendebarkan, sesuatu yang indah. Itu semua dapat terjadi karena aku terlambat!

Dalam segala proses itu aku juga mempelajari suatu hal. Yaitu kepekaan kita terhadap hal-hal yang kita hadapi. Selain kepekaan aku juga belajar untuk selalu berpikiran positif dan tidak mudah menyerah, selalu memperjuangkan sesuatu yang benar-benar aku inginkan.

Akhir kata disini aku ingin mengajari kalian untuk tidak terlalu terlarut dalam penyesalan kalian. Penyesalan selalu datang terlambat, tetapi dibalik kata terlambat nantinya akan ada suatu dorongan kuat untuk memotivasi kita menjadi lebih baik.


Yep selesai sampai disini! Bagaimana feeling kalian ketika membaca topik hari ini? Yuk di comment! Jangan lupa react dan share nya ya, see you guys on the next post. CIAO~


(P.S: Update setiap malam minggu, untuk info postingan bisa di cek di story ig ku @fergiana.s)

1 comment:

  1. Setuju, terlambat kadang memberi pelajaran penting. Says sendiri mengalami suatu terlambat yang mengurangi keraguanku dalam melakukan sesuatu yang tidak kusesali sekaramg

    ReplyDelete