Follow Me @fergiana.s

Saturday, October 14, 2017

Cerpen - Tentara Langit

October 14, 2017 2 Comments

Aku adalah anak ketiga dari delapan bersaudara (yah sebenarnya dulu Sembilan). Kalian bisa menyebutku spesial karena memang begitu. Aku memiliki berjuta, bermilyaran, bertriliunan hal yang tidak dapat kau temui diantara kakak-kakakku maupun adik-adikku.

Aku memiliki nenek. Nenek tinggal ditempatku karena katanya ‘hanya disini aku dapat melakukan pekerjaanku dengan benar’. Nenek sangat luar biasa keren (meski aku lebih mengidolakan ayah). Ia mengambang bebas diudara dan memiliki rambut putih yang sangat-sangat tebal bahkan hampir memenuhi tempatku. Pekerjaan nenek sebenarnya tidak terlalu sulit. Gunting rambut. Yeah, kalian tidak salah baca! Rambut nenek yang rontok memberi manfaat banyak bagi perkembanganku. Rambut nenek tumbuh setiap detik setiap saat dan tentu saja ia tidak keberatan mengguntingnya dengan rutin karena ia juga bisa bernafas lega. Kepalanya terasa lebih ringan setelah memotong beberapa helai rambutnya. Tetapi apa dayanya, nenek memanglah nenek biasa. Terkadang ia lupa untuk memotong rambutnya sehingga beberapa diantara kami kesusahan, sibuk mengingatkannya.

Ayahku adalah yang paling keren diantara semua orang ataupun benda yang kalian kenal. Ia menyediakan cahaya yang amat silau untuk kami anak-anaknya dan tentu saja sinar yang ia pancarkan sangat penting bagi tubuhku. Selain itu cahaya ayahlah yang dapat membuatku peka dengan kehadiran ibuku, makanya ayahku amat-amat keren!

Sebenarnya aku ingin memberitahu kalian suatu rahasia, aku dan saudara-saudaraku tidak memiliki kaitan. Kami hanya sejalur itu saja. Aku memiliki ibu yang sangat menyayangiku. Ia selalu menemaniku bila ayah sibuk dengan pekerjaannya (Meski terkadang ibu tidak sempat menjengukku bila nenek lupa menggunting rambutnya). Bila ayah yang suka menyuruhku olahraga sehingga aku kelelahan maka ibu akan hadir supaya aku dapat istirahat. Ibu juga selalu melindungiku dari bahaya, misalnya seperti nyamuk yang hendak menyantapku.

Selain keluarga aku juga memiliki sahabat-sahabat. Merekalah yang menemaniku bersamaan dengan ibuku. Fisiknya besar sedang usia kami terpaut jauh dan mereka memiliki misi penting di tempat yang jauh sekali. Tetapi karena mereka tidak ingin aku kesepian sesekali mereka menyapaku, melihat aku dari kejauhan (bila nenek tidak lupa menggunting rambutnya, uh rambut nenek memang sangat ‘besar’ dan lebat).

Ah… Keluarga dan sahabat. Sungguh aku sangat mencintai mereka. Sayangnya beberapa tahun terakhir ini aku merasakan tubuhku yang semulanya kuat daya tahannya mulai menurun. Sesekali aku bersin maka aku dapat merasakan perutku teraduk-aduk tidak enak. Sesekali aku batuk maka tubuhku akan merinding hebat. Seluruh keluargaku, sahabat-sahabatku sangat mengkhawatirkan keadaanku. Seakan-akan tubuhku ini mengkhianatiku. Bukan hanya itu, bagian dari tubuhku ini juga mulai merusak cara kerja keluargaku maupun sahabatku. Lambat laun aku pun mengerti, aku memang sangat 'spesial'.
-o0o-

Hai! Terimakasih sudah membaca cerpen ini. Kalau mau jujur gua sangat menikmati proses pembuatan cerpen ini, semoga kalian yang membacanya juga dapat sedikit terhibur ya! Nah, gua sudah menyediakan beberapa pertanyaan untuk kalian, boleh dijawab dengan menambahkan komentar di post ini
1. Siapakah peran yang memiliki tugas yang paling menarik?
2. Apa pendapat kalian mengenai cerpen diatas?
3. Diantara peran-peran yang disebutkan, benda apakah yang paling mendekati ciri-ciri mereka?

Sekian post kali ini, jangan lupa react, comment dan share! CIAO~

(P.S: Update setiap malam minggu, untuk info postingan bisa di cek di story ig ku @fergiana.s)

Saturday, October 7, 2017

Kata Terlambat

October 07, 2017 1 Comments


Di saat kata ‘terlambat’ diucapkan apa yang langsung terlintas dibenak anda? Mungkin pendapat kita semua berbeda mengenai hal ini. Yah hari ini aku akan mengungkapkan apa saja pemikiran-pemikiran yang muncul di pikiranku.

Pertama kali ketika aku mengungkit topik ini, kata terlambat selalu membuat ku berpikiran kearah negative sepeti ‘penyesalan’. Entahlah mengapa hanya saja pikiran ku langsung teralihkan ke moment yang buruk. Bisa jadi seseorang terlambat sekolah dan ia dihukum, bisa jadi seseorang dalam keadaan kritis terlambat diberi pertolongan pertama dirumah sakit, bisa jadi seseorang diluar sana terlambat menyampaikan cinta kemudian detik berikut ia ditikung dan... Masih banyak lagi hal-hal negatif yang muncul.

Terlambat bisa jadi menjadi sebuah moment yang mendebarkan bagi seseorang, bisa menjadi event yang paling menakjubkan, dapat pula menjadi sebuah kepahitan yang amat. Sesungguhnya definisi terlambat menurut aku sendiri itu memiliki makna yang sangat berarti. Sounds cliché but, aku sendiri menganggap bahwa ‘terlambat’ itu seperti sebuah second chance untuk kita.

Ketika aku benar-benar menelusuri (dalam otak aku ajasi) terlambat memiliki power yang sangat kuat. Aku sendiri tidak bisa benar-benar memberikan contoh supaya kalian bisa mengerti. Hanya saja dibalik terlambat akan selalu ada sesuatu yang mendebarkan, menyenangkan. Well, aku tidak tau apakah pengalaman  ini bisa membuat kalian mengerti maksud aku tapi semoga saja dapat tersampaikan hehe.

Ini pengalaman saat aku LKS Nasional (semacam lomba kompetisi khusus untuk anak-anak SMK dan aku ikut dibidang desain grafis). Acara tersebut berlangsung di Malang, Jawa Timur. Fasilitas tempat tinggal lumayan seru, bukan dihotel melainkan homestay dirumah penduduk. Aku berada di homestay nomor 6 (kalau aku tidak salah ya) dan setiap homestay pastinya ada 3-4 peserta yang sama tempat tinggalnya. Kebetulan malam pertama aku tidur sendiri, soalnya peserta lain sudah tidur duluan. Aku sampai disana tepat pukul 11 malam. Dalam keadaan teramat lelah dan lapar. Maka sebelum tidur aku menyempatkan diri untuk makan, mandi kemudian mengabari orangtua ku bahwa aku sudah sampai.

Teman-teman disana semua baik, orangnya ramah-ramah dan dewasa meski umur mereka lebih kecil 1-2 tahun dibanding aku. Aku senang sekali meskipun kami ini adalah rival (yep, bidang lomba kami sama) tapi mereka tidak keberatan saling mengajari penggunaan software yang baru saja aku kenal. Nah sedikit jujur, aku sebenarnya kurang tekun belajar untuk mempersiapkan diri dalam mengasah skill aku. Aku lebih sering menggunakan software CorelDraw namun untuk lomba semua harus menggunakan software Adobe.

Bagai petir di sore hari, aku kaget setengah mati. Bagaimana tidak? Aku memang tidak tekun belajar, namun setidaknya masih ada menempel sedikit ilmu di Corel namun tidak untuk Adobe! Malam itu kami berkumpul disalah satu kamar peserta. Mereka tidak sungkan membagi ilmu, mengajari aku tools-tools nya dan berkata tenang sebab sebenarnya semua software sama hanya tata letak dan namanya saja yang beda. Phew, sungguh baik bukan?

Hari-hari lomba berjalan mulus, hanya sedikit kendala. Panasnya warbiyasah meski tiap sisi ada AC. Aku sungguh sadar diri saat itu sebab tampaknya orang-orang sekitarku sangat membanggakan aku, tetapi bila kilas balik aku tidak sungguh-sungguh belajar. Aku menyesal. Sungguh menyesal.

Alhasil di LKS tingkat Nasional aku mendapatkan juara harapan 1. Jujur aku kaget sekali, how come? Padahal aku sudah terlebih dahulu baper, menyesal. Pikiran-pikiran berkecamuk dikepala aku, tapi aku sudah terlambat untuk menyesal karena semuanya sudah terjadi. Hasil harapan 1 itu membuat guru-guru dari sekolahku bersorak senang. Di detik itu juga aku sadar bahwa aku pingin sekali balik ke masa mempersiapkan lomba, ingin sungguh-sungguh menekuni, ingin mengasah skill ku.

Tapi kemudian aku bersyukur karena ‘keterlambatan’ yang aku alami saat itu bisa menjadi aku yang sekarang ini. Aku yang terlambat membuat aku lebih fokus dengan apa yang aku mau, aku yang terlambat membuat aku lebih rajin dan konsisten dalam mengatur jadwal-jadwal belajarku. Aku yang terlambat memberi aku kesempatan emas untuk mengerti bahwa semua ini terjadi supaya kedepannya aku akan merasakan kemenangan, sesuatu yang mendebarkan, sesuatu yang indah. Itu semua dapat terjadi karena aku terlambat!

Dalam segala proses itu aku juga mempelajari suatu hal. Yaitu kepekaan kita terhadap hal-hal yang kita hadapi. Selain kepekaan aku juga belajar untuk selalu berpikiran positif dan tidak mudah menyerah, selalu memperjuangkan sesuatu yang benar-benar aku inginkan.

Akhir kata disini aku ingin mengajari kalian untuk tidak terlalu terlarut dalam penyesalan kalian. Penyesalan selalu datang terlambat, tetapi dibalik kata terlambat nantinya akan ada suatu dorongan kuat untuk memotivasi kita menjadi lebih baik.


Yep selesai sampai disini! Bagaimana feeling kalian ketika membaca topik hari ini? Yuk di comment! Jangan lupa react dan share nya ya, see you guys on the next post. CIAO~


(P.S: Update setiap malam minggu, untuk info postingan bisa di cek di story ig ku @fergiana.s)

Saturday, September 30, 2017

Cerpen - The Tail Man

September 30, 2017 3 Comments

Ratusan dari mereka berlalu lalang melintasi jalan, hawa panas di siang hari itu bercampur dengan pengap. Dengan gesit tangan berbalut sapu tangan putih itu merobek helaian kertas yang diulurkan tiap orang-orang yang hendak berjalan masuk. Salah satu diantara antrian tersebut adalah seorang pria dengan pakaian cukup mencolok. Pria bertubuh besar itu mengenakan mantel musim dingin yang panjangnya menjuntai sampai kaki, perutnya yang buncit tampak tertekan sekali karena kaos yang ia kenakan amat ketat. Sesekali jika ia berjalan maju untuk antrian ia akan menarik mantel nya atau syal panjangnya untuk menutupi bagian depan tubuhnya; tak dapat dipungkiri seberapa banyak tetesan keringat jatuh begitu ia bergerak maju. Begitu gilirannya tiba ia mencari-cari secarik kertas dibalik mantelnya, kemudian beralih ke topi koboi hitam dan akhirnya secarik kertas yang kondisinya basah ia serahkan kepada penjaga pintu.

Ia melangkah masuk sambil memegang perut buncitnya kemudian duduk diam. Tidak ada percakapan hanya pemandangan yang hilir berganti selama 3 jam. Kadang-kadang kalian bisa mendengar pria ini menghela nafas dalam kecepatan tinggi dan berkelanjutan, tetapi detik berikut jika ia memakan keripik maka nafas memburu itu akan hilang. Ah.. Caranya memakan keripik agak aneh. Ia akan memasukkannya terlebih dahulu kedalam kaosnya kemudian tak lama lagi akan mengelap tangannya dan barulah memasukkan keripik kedalam mulutnya sendiri. Jika tiba-tiba pria ini tampak gelisah di tempat duduknya maka ia akan mengelus-elus perut buncitnya yang dimana bergerak-gerak aneh. Heran gumpalan lemak nya begitu ‘cair’ kah hingga bisa bernari-nari gelisah seperti itu?  Tampaknya ada sesuatu yang aneh. Well, karena tidak bisa melihat apa yang dibalik mantel tebal dan dada yang ditutupi syal, kalian masih dapat melihat ‘pergerakan’ perutnya. Apakah jangan-jangan ia adalah seorang wanita yang sedang mengandung?

Derekan rel-rel besi yang amat menyengat telinga akhirnya berhenti juga. Penumpang mulai sibuk mengecek barang bawaan dan ada pula yang langsung melesat ke arah pintu. Lelaki itu berdiri dengan susah payah sambil memegangi perut buncitnya. Ia melangkah keluar dengan langkah yang begitu gesit dan kemudian berbelok kesuatu ruangan yang bertuliskan ‘toilet’.

“Mama kenapa orang itu memiliki ekor?” Teriak salah seorang perempuan kecil yang berdiri tepat dibelakang pria tadi. Ibu dari anak itu kini melotot tajam kearah putrinya. Tidak sopan sekali menuduh seseorang seperti itu. Meski sang ibu tidak sempat memperhatikan penumpang yang didepannya tadi.

“Tapi ma, ekor itu bergerak-gerak! Warnanya coklat keemasan! Ekor itu mencuat keluar dari bawah kaos orang itu” Kali ini ibunya menyuruhnya diam karena malas berdebat dengan putrinya.
Apalah imajinasi putrinya itu.. Sangat mustahil seseorang memiliki ekor, apalagi berwarna coklat keemasan.

~o0o~

Hai! Kembali lagi bersama daku. Kali ini post cerpen agak rada absurd, tapiiii gua kepincut pengen post. Entahlah tersampaikan atau tidak tapi rasanya aku suka dengan cerpen ini :)
Nah untuk itu aku ada beberapa pertanyaan, marii dijawab:
1. Menurut kalian apa inti dari cerpen ini?
2. Apakah pendapat kalian mengenai 'ekor' yang dibicarakan anak perempuan tersebut?

Nah, sila dijawab pertanyaan-pertanyaan diatas, thank you banget buat kalian yang udah baca! :) jangan lupa react, comment dan share! See you guys on the next post
CIAO~