Follow Me @fergiana.s

Saturday, July 14, 2018

Dream or Goal?

July 14, 2018 1 Comments

Bulan ini beberapa teman dekatku sudah menginjak angka 2 di umurnya, berarti ia sudah singgah di bumi selama 20 tahun dan masih berlanjut. Di umur 20 tahun aku mendoakan segalanya berjalan lancar untuk mereka, supaya bisa menerima keadaan dan tidak terlalu stress memikirkan kehidupan sementara ini. Aku juga mendoakan orang lain yang mungkin saat ini masih bingung mengenai alur kehidupan yang rumit ini, but hey, God is good dan aku yakin semua yang kalian jalani ini ada kabar baik di setiap aksi.
Aku masih ingat detik-detik ketika aku masih berumur 5 tahun. Waktu itu aku masih tidak punya pikiran serius dalam hidup, bila orang bertanya, apa cita-citaku aku menjawab ingin menjadi seorang dokter. Berjalannya waktu aku ingin menjadi hakim, guru bahkan sampai sekarang cita-cita tersebut masih berlanjut. Menurutku jadi guru akan menyenangkan, kita akan mengenal banyak anak-anak dan dapat menghadapi mereka yang mungkin kadang mengasyikkan, kadang menjengkelkan (hei saat sekolah kalian tipe murid seperti apa?).

Memang benar apa yang orang bilang, anak-anak memiliki jiwa kreativitas yang lebih besar dibanding orang dewasa, pikiran masih polos belum banyak yang menghadapi realita kehidupan. ajar jika mereka bermimpi ingin menjadi ini atau itu, tapi rasanya tidak masuk akal kalau orang dewasa yang sudah mengerti dan paham betul alur kehidupan ini kalah dari anak-anak. Aku menyaksikan sendiri beberapa orang yang sudah memasuki umur 20-an dan masih rancu, belum ada penunjuk jalan jelas bagi mereka, dan mereka itu pemberani, bermain dengan api dunia. Lulus dari sekolah tidak berusaha mencari aktivitas positif, malah bermain game atau menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Tak kasihankah dengan orangtua kalian? Maaf kalau aku terkesan kasar, maaf jika ada yang tersinggung, tapi itu memang pandanganku.

Jika umur kita sudah memasuki angka ‘2’ di depan, seharusnya orang tidak lagi bertanya, “Apa cita-citamu?”, melainkan, “Apa tujuan mu?”. Nah, tujuan disini bisa bertambah juga seiring waktu, misalnya sekarang, umurku 19 tahun goal ku lulus tahun depan (cieilah KP aja nge-stuck, tapi doakan ya). Goal itu adalah semacam tujuan yang ingin kamu capai… Hmm Cuma translate ke Bahasa Indonesia aja sih… Tapi ya intinya memang gitu. Apa bedanya cita-cita sama tujuan? Bukannya beda tipis ya kak?

Cita-cita adalah impian atau dambaan seseorang, ingin menjadi seperti apa suatu hari nanti. Sedangkan tujuan adalah sebuah aksi terhadap misi spesifik dan biasanya tujuan ini di utamakan bagi seseorang.

Contoh sederhananya begini,
-        - Cita-citaku adalah menjadi seorang penulis, sedangkan tujuanku saat ini adalah menyelesaikan Kerja Praktekku.
-        - Cita-citaku adalah menjadi dokter, tujuanku saat ini adalah menyelesaikan tugas sekolah.

Nah bisa dibedakan? Cita-cita susah digapai, dapat berubah-rubah seiring waktu sesuai keinginan hati dan bisa di sampingkan terlebih dahulu. Berbeda dengan tujuan, ia berubah-rubah sesuai dengan keadaan yang kita butuhkan. Keduanya penting, sebab memang memiliki keterkaitan, asal kalian tau aja, jika kalian punya cita-cita tapi tidak melaksanakan tujuan maka itu hanya angan semata, jika kalian tidak punya cita-cita maka kalian tidak punya tujuan.

Jadi kenapa aku bilang saat ini pertanyaan kita seharusnya ‘apa tujuanmu?’, simple, karena lebih realistis dan mudah dicapai jika tekun.

Jadi, apa tujuanmu saat ini?

Thank you so much sudah luangin waktu untuk membaca konten ini, jangan lupa react, comment dan share! Komentar kalian selalu berarti buatku! See you guys on the next post, CIAO~

(P.S: Update setiap malam minggu, untuk info postingan bisa di cek di story ig ku @fergiana.s)

Saturday, June 30, 2018

First Staycation - Bintan Beach Resort Tanjungpinang

June 30, 2018 4 Comments

Liburan lebaran lalu aku dan teman-teman staycation bareng di Bintan Beach Resort (BBR), ada aku, Kaka, Yulinda dan Erlin. Sebelumnya akan aku jelaskan apa itu staycation, adalah liburan singkat yang dilakukan tidak jauh dari tempat tinggal, tetap di kota yang sama dan tentunya irit!

Nah, kami mengambil satu kamar untuk semalam disana, harganya relatif murah, hanya Rp 220.000. Kamarnya luas dan untungnya kami semua bisa muat pada 2 single bed. BBR memiliki fasilitas yang nyaman, khususnya bagian favorit ku adalah balkon kami yang menghadap ke… Pemandangan atap tetangga. Selain itu pelayanannya juga bagus, aku sempat meminta air panas 2x berturut-turut dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 jam dan mereka tetap mengantar sambil tersenyum lebar. Air panas untuk apa? Makan pop mie dong.


Jumat, 15/06/2018 –
Pagi itu hujan mengguyur kota Tanjungpinang, rintik-rintik hujan menyerang tanpa ampun membuat udara sekitar dingin. Aku yang sudah semangat 45 sejak malam sebelumnya langsung meratap di pinggiran kamar. Seharusnya hari ini jam 11 aku dan teman-teman sudah berangkat bersilaturami di rumah pacar Yulinda, Bambang. Tak taunya cuaca kurang mendukung, alhasil kami mengulur-ulur hingga jam 12 mama masuk ke kamarku,

“Hui (nama Chinese ku), mau diantar?”
“Boleh ma?”
“Boleh, lagian gak ada kerjaan juga kan. Kaka mau dijemput juga?”
“Wah kayaknya sih mau, sebentar tanya dulu”

Berkat tawaran emas tersebut kami jadinya tidak galau masing-masing! Aku dan papa segera menjemput Erlin kemudian Kaka, setelah itu barulah kami galau bersama di rumah Yulinda. Kami disambut cukup meriah di sana, bak presiden Yulinda sigap memayungi aku masuk ke rumahnya yang cukup ramai.? Ada David, Eddin, Gerry, Suyono, dan Kelvin sedang duduk-duduk di ruang tamu mendengar ritme rintik hujan.

Hujan di lebaran pertama ini hampir setengah hari kami habiskan duduk dan bercakap-cakap di dapur Yul, iya kami anak-anak cewek ngerumpinya di dapur sedangkan yang cowok di ruang tamu lantaran kami terlalu ramai. Jam menunjukkan pukul 1 siang, cacing-cacing perutku sudah mulai memberontak. Sekilas teringat bekal bergadang yang ku beli untuk malam nanti, sempat tergiur tapi tertahankan karena kami membuat keputusan bulat.

Menerobos hujan. Tepatnya gerimis lebat (apasih?)

Mengenakan jaket terkancing sampai leher dan helm, kami siap berangkat. Aku diboncengi oleh Eddin, Kaka dengan David, Yul dengan Gerry, Erlin dengan Suyono dan Kelvin sendirian. Rupa-rupanya gerimis ini ramai dilihat mata saja, jaket tebalku berhasil melindungiku hingga tujuan dan tidak terlalu basah. Rumah Bambang cukup jauh, mana masuk ke area gang-gang kecil dan jalanannya cukup mengerikan, beberapa diantara kami sempat stuck di tempat karena menginjak gas terlalu kuat, maklum dengan ditambahnya hujan, tanah menjadi lembek. Untungnya Eddin mahir dan kami kedua sampai terlebih dahulu setelah Gerry dan Yul.

Ini pertama kalinya aku ke rumah Bambang, dia memelihara banyak anjing. Sementara teman-teman lain sedang menerobos hujan dan berusaha meloloskan diri dari tanah, Bambang terlindung dari segala macam hal tersebut dan santai bermain game. Asyiknya jadi tuan rumah. Masing-masing dari kami langsung menuju WC untuk mencuci kaki, kemudian duduk diruang tamu menikmati kue lebaran dan kacang-kacangan. Tidak lama setelah itu Kenrick, teman ku yang lain juga ikut meramaikan.

Sebenarnya rencana awal kami setelah dari rumah Bambang adalah jalan-jalan ke mall nonton film tapi tidak jadi karena tampaknya lebih seru ngobrol bareng di kamar. Tidak lama kemudian kami pamitan pulang, aku dan Kaka diantar sampai kerumah tantenya untuk mengambil motor sedangkan Yul dan Erlin pulang ke rumah masing-masing. Kami akan berkumpul kembali di rumah Yul barulah barengan ke BBR.

Jam 3 lewat kami sampai di rumah Yul, masih dalam keadaan ramai soalnya para lelaki akan nobar sekalian nungguin Erlin yang masih belum kunjung tiba. Tidak terlalu lama kemudian Erlin muncul dan tanpa basa basi kami lanjut menuju BBR. Aku dan kaka lekas menuju tangga menunggu, Yul dan Erlin mengurus berkas check-in. Jam 4 kami sudah sampai di kamar kami, sibuk mengeluarkan belanjaan dan memporak-porandakan kamar. Begitu Kaka selesai mandi, berlanjut giliran ke aku. Setelah itu kami berdua makan pop mie di ujung-ujung kamar sambil bercakap dan kadang-kadang melirik televisi.

             
Maaf tidak ada foto yang decent

Pukul 8 malam kami baru mulai kelaparan, mengganti baju santai dengan terpaksa (sebelumnya kami pengennya pakai piyama) kami keluar cari makan. Pilihan kami adalah, KFC. Ternyata tidak hari biasa tidak hari besar, antrian KFC tetap panjang! Dan kami juga sempat bertemu orang-orang yang kami kenal, satu kata langsung menamparku kuat. Untung aku gak pakai piyama. Setelah sepakat dengan orderan kami, yakni 1 box ayam yang berisi 9pcs, cream soup, burger, mocha float aku dan Kaka bergegas naik ke lantai 2 untuk mengambil tempat. Toh ramai, takutnya nanti tidak kebagian tempat duduk. Dan sekali lagi kami berpapasan dengan orang-orang yang kami kenal. Antrian panjang tersebut berhasil dilalui oleh Yul dan Erlin kemudian kami berempat makan bersama tidak dalam keheningan melainkan curcol. Ternyata lambungku tidak besar dan hanya dapat menghabiskan 2 potong ayam (dada dan paha), padahal kukira setidaknya bisa mengkonsumsi 3. Tapi yah, untungnya teman-teman lain bisa menghabiskannya.


Pukul 21.30 kami menuju market terdekat membeli supply tambahan seperti air putih, susu dsb kemudian kembali ke hotel. Kami bersih-bersih kemudian merapat di tempat tidur mengelilingi snack-snack. Saatnya sesi ngobrol syantiq. Well, aku tidak bisa membeberkan rahasia negara apa yang kami bahas, pastinya aku sempat minum 1 butir Panadol karena jarang banget bergadang (aku gak di endorse Panadol yak).

Di tengah pembahasan serius ada kejadian super lucu, cincinku terjebak di tangan Erlin. Sejak menit pertama Erlin berkata, “Cincinnya gak bisa keluar!” Tidak ada yang begitu memperhatikannya, malah asik mendengar cerita Yul. Tapi semuanya berubah ketika Erlin berlari ke WC mencuci tangan, berusaha mengeluarkan cincin ku dari jari manisnya. Karena diselubungi rasa penasaran, kami bertiga menyusul. Keadaan di depan wastafel sungguh mencekam dan menegangkan, jari Erlin menghitam, tampaknya darah tersumbat! (darimana?) Saat kami berusaha mengeluarkan cincin Erlin berteriak kesakitan dan tidak mungkin kami bertindak sadis bukan?  Misalnya memotong jari (canda). Tapi karena saran Kaka, semuanya jadi lebih terorganisi, supaya kami langsung narik sekali sakit, maka tanpa ampun aku menariknya keluar dan berhasil! Phew, ternyata tidak mudah-mudah banget loh. Setelah itu kami kembali bercakap-cakap dan Erlin sempat mengulurkan tangannya, kini jari tersebut memanas! Tapi sepertinya sih karena aliran darahnya jalan makanya bisa panas (entah logika dari mana juga ini).


Jam 1 subuh kami sudah mulai lelah, sudah tidak ada lagi pembicaraan yang terlontar maka kami beranjak ke kegiatan selanjutnya: Foto. Iyaa, subuh-subuh foto dan selesainya sekitar jam 2. Yul mengambil posisi di pojok kanan, Erlin dan aku di tengah, pojok kiri Kaka. Tidak terlalu sulit untuk tidur karena memang kami sudah capek sekali.


Sabtu, 16/06/2018 –
Dering alarm tidak mengejutkan tubuh-tubuh kelelahan yang sedang terlelap, terbukti tidak ada satupun diantara kami yang beranjak bangun. Untungnya diantara kami ada Yul, dialah yang mematikan alarm kemudian membuka gorden, alhasil kami bertiga langsung mengeluh silau. Tidak lama kemudian aku menyusul bangun, sibuk menuju kamar mandi untuk gosok gigi dan mandi. Setelah itu Kaka juga bangun dan terakhir sisa Erlin… Yang masih tidak sadarkan diri.

Kami bertiga kompak memanggilnya bangun namun ia tidak bergeming sedikitpun, hanya mengangkat tangannya lemah tanda ‘sebentar lagi’. Terpaksa Yul membasahi tangannya dan mencipratkannya pada muka Erlin, untungnya cara itu efektif. Kalau tidak kami buntu ide.

Jam menunjukkan pukul 8 pagi, aku dan Kaka memakan pop mie sedang Yul dan Erlin sedang foto-foto, tidak ada kegiatan lain selain berfoto ria. Kami sempat berjalan-jalan sekitar kolam renang dan Bambang serta kawan-kawan lainnya sedang berenang. Jam 10 Yul dan Erlin breakfast sedang aku dan Kaka foto-foto di sekitaran hingga jam 11 lewat kami sudah berkumpul kembali di kamar. Waktunya check out.

Kami masih belum mau beranjak dari kamar jika lampu kamar kami tidak di padamkan, jam 12 siang pas, lampu kami ditutup. Barulah kami sibuk mengecek barang bawaan dan turun bersama. Aku dan Kaka ke area parkiran terlebih dahulu, Yul dan Erlin mengurus berkas check-out. Kukira staycation kami akan berakhir begitu saja, ternyata ada lagi kejadian seru. Tas ransel kaka ketinggalan di kamar.
Berlarian kami menuju receptionist kemudian di infokan bahwa tas tersebut akan dibawa turun nantinya. Maka sambil menunggu kami ngobrol santai dan membagi makanan-makanan yang tersisa serta menghitung total biaya per orang. Setelah itu Erlin pamit duluan, ia masih memiliki acara keluarga sedang Yul dan Kaka menungguku untuk di jemput. Hampir 20 menit kami menunggu papa dan mama ku tiba, kami pulang dan aku langsung tepar 3 jam, tidur siang.

Staycation ini cukup menyenangkan, pastinya aku akan melakukannya sesering mungkin di lain waktu! Benar-benar bikin ketagihan. Nah, itulah ceritaku saat melewatkan lebaran. Kalau kalian? :)


Thank you so much sudah luangin waktu untuk membaca konten ini, jangan lupa react, comment dan share! Komentar kalian selalu berarti buatku! See you guys on the next post, CIAO~


(P.S: Update setiap malam minggu, untuk info postingan bisa di cek di story ig ku @fergiana.s)

Friday, June 22, 2018

A Trip to the Other Side - Day 2

June 22, 2018 1 Comments

Lanjutan dari Post (ini)

Hari Kedua –
Sekitar jam 12 tengah malam telepon Kaka berdering kuat. Kami langsung delay berpetualang di mimpi. Penyebab kami delay adalah KX, entahlah apa perkara yang jelas kami udah ngantuuuuk banget. Aku bisa menangkap nada kesal dari intonasi Kaka, yah wajar aja. Udah capek, hampir pulas eh malah ada hambatan. Tidak lama mereka bercakap-cakap lewat saluran telepon, ia kemudian kembali merebahkan diri.

“Gua udah ketiduran padahal! Uhhh kesel”
“Sama…”

Setelah itu kami tidur hingga alarm ku bunyi, jam 6 pagi. Aku mematikannya dan men-charge HP kemudian kembali tidur. Jam 06.15 giliran alarm Kaka berkokok. Kulihat tubuh disampingku tidak bergeming sedikitpun. Maka aku yang sadar langsung mematikannya. Mengambil pakaian dan langsung menuju toilet mandi. Entah kenapa aura pagi hari tidak menyeramkan, aku sudah melupakan atau lebih tepatnya tidak punya perasaan takut lagi setelah mengalami insiden wanita menangis tadi malam.

Selesai mandi aku mengeringkan rambutku sembari memakai toner wajah, diikuti produk-produk seperti vitamin dan sunblock muka. Kaka sewaktu itu masih ulet-ulet setengah sadar di tempat tidur, selang beberapa menit barulah dia bergegas mandi. Sambil menunggu, aku memakan roti untuk mengganjal perut. Memang luar biasa kami ini, bangun jam 06.15, jam 9 hampir 10 baru siap. Alasan kami lama adalah, aku harus mencatok rambut, kalau tidak macam singa di pilem-pilem! Soalnya tidak ada hairdryer untuk mengeringkan rambut ku ini. Dan Kaka juga harus menggambar alis dkk, wah pokoknya kami gak lama-lama banget deh, masih dibawah standar.

Kami berdua hendak sarapan di warung-warung depan hotel. Tetapi tidak ada diantara mereka yang menarik hati, alhasil kami kembali ke Food Court semalam, A2. Kami memesan nasi campur dan air putih. Makanannya cukup enak, tapi porsinya besar! Anehnya aku dapat menghabiskannya sedangkan Kaka harus menelan susah payah. Duduk-duduk sebentar, kami langsung balik ke hotel lagi.

Menunggu KX dan Yogga, sambil menunggu kami sempat foto-foto juga. Setelah itu KX datang dan jadilah dia disihir menjadi tripod hidup untuk menahan HP demi foto kami.

Tidak terlalu lama setelah itu, Yogga bergabung dengan kami. Berempat kami basa basi didepan pintu masuk mengenai jadwal, aku yang tiba-tiba mengingat barang yang kutinggalkan langsung melotot dan histeris.

“Ka! Ada barang ketinggalan!”

Kami berdua melesat menuju kamar lagi dan aku mengambil notes hitam dari tas kemudian kami berempat langsung menuju mall seberang jalan, BCS! Percayalah bahwa aku amat menyukai tempat ini karena ada Gramedia. KX dan Yogga belum sempat sarapan, maka mereka makan terlebih dahulu di KFC sedangkan aku dan Kaka menuju toko diseberangnya, ya Gramedia!

Disini aku akan menceritakan sedetail mungkin saat kami berada di Gramedia ini! Jadi siap-siap lah kalian mendengkur.

Menghirup buku merupakan salah satu hobiku. Kukeluarkan notes hitam yang baru saja ku ambil tadi, membaca list-list sambil mengetik ganas pada keyboard pencarian barang di Gramedia. Ada! Buku yang aku mau ada! Tetapi melihat harga yang terpampang, nafsu ku langsung lenyap. Rp 275.000, bisa digorok leher ku oleh mama! Jadi aku mengurungkan niat untuk membelinya. Sebelum berangkat kemarin, mama sudah melontarkan kata-kata ancaman bahwa aku tidak boleh membeli novel! Titik! Tapi siapalah aku, hanya manusia yang tidak mengucap janji. Iya, aku tidak janji loh tidak beli novel!

Aku sempat melirik rak buku Tere Liye, karya yang baru-baru ini dirilis sudah terpajang manis. Seri Komet kemudian Ceros dan Batozar. Uh tebel, susah mau sembunyiin harga juga lumayan merah, nantinya saat sesi jujur mama bisa pekik-pekik histeris. Maka aku tidak membelinya! Kembali lah aku mengelilingi rak demi rak, hum… Banyak sekali yang menggoda, tapi belum pas dihati ku. Kulihat Kaka juga stress, beli gak beli, dan dia memilih untuk tidak membeli. Pilihan yang kurang bijak menurutku, soalnya kalau dia beli kan bisa tukaran baca hehe.

Aku menemukan rak yang amat fantastis, rak yang memajang buku-buku Agatha Christie. Sejak membaca salah satu karyanya aku jadi sedikit tertarik untuk karya lainnya. Kucari judul-judul sambil membaca review di Google, masih belum begitu menarik hati. Akhinya Yogga dan KX menghampiri kami, wah parah juga, Kalau belanja buku dengan jumlah terbatas memang susah. Harus pilih hati-hati supaya tidak menyesal.

Kami keliling lagi di bagian novel. Horror? Mungkin mama tidak jadi ngomel lantaran ia adalah penggemar berat dari buku-buku horror. Ah! Tidak ada yang menarik. Pada akhirnya aku kembali ke rak Agatha Christie dan menarik sebuah judul dan langsung membayarnya. Aku juga sempat berjalan kearah stationery dan mengambil sebuah brush pen untuk typography, sekali lagi aku berjalan kekasir dan membayarnya. Kasihan ketiga temanku ini, menghabiskan waktu paling banyak menemaniku yang labil ini mencari buku.

Kami keluar dari toko buku itu kemudian mondar-mandir, belum jelas tujuan selanjutnya mau kemana. Setelah melihat jadwal, kami akhirnya mencari stand llao llao. Ini pertama kalinya kami mencoba bende tersebut, awalnya kami ingin memesan porsi medium (yeaps kami kongsi), lantaran mbak penjaga menawarkan large maka kami yang tidak banyak protes meng-iyakan begitu saja. And just like that our 52k flew. Rasanya sih gak aneh-aneh banget, Cuma kurang sreg aja di lidah ku. kira-kira seperti ini lah gambarannya.

Alhasil kami tidak dapat menghabiskannya dan mengkambinghitamkan Yogga dan KX walau yang paling banyak makan adalah Yogga. Karena kami rengek nyesal beli, KX dan Yogga membeli 2 kantong ayam, lebih tepatnya Shilih untuk meredakan suasana berduka. Yogga membeli rasa BBQ dan KX seaweed. Kami duduk lumayan lama di Shilih, ngobrol-ngobrol cantik sembari menghabiskan ayam goreng.

                     

Mengingat aku lagi demen parfum, kami mengelilingi area yang mamaku rekomen, katanya sih biasa tante aku beli disana. Bukan parfum ori tapi lumayan lah (toh akunya juga panas-panas eek ayam) buat coba-coba, siapa tau jadi hobi hehe.

Kami ingin langsung berlanjut ke jadwal lain, tapi aku teringat bahwa mama Kaka minta oleh-oleh jam tangan dan kami memilihnya cukup lama. Aku kurang ngerti sama selera 'emak-emak', katanya suka yang bling-bling, tali bermotif... Sangat bertolak belakang dengan aku, tapi sebisa mungkin bantu dan pada akhirnya menjatuhkan model pilihanku! Huehehe rada simple-simple gimana gitu sih, but yeah i hope her mom like it.

Setelah itu kami mengisi jadwal selanjutnya, nongkrong di Lee’s Café and bar. Jujur aku udah ogah banget makan-makan gitu, tapi karena di traktir, yasudahlah. Memesan cake Red Velvet dan pertama kalinya juga makan ini. No comment ya, rasanya tidak dapat di deskripsikan, tidak ada aroma, tidak ada rasa yang bisa bikin dikenang. Atau mungkin juga aku bukan tester yang baik.



Kami sempat foto-foto juga! Hm sebenarnya alasan kami memilih café ini ya karena pengin foto disini hehe, temanya boneka-boneka beruang gitu, cute banget deh pokoknya.

                      

Setelah jam menunjukkan pukul 4 sore, kami bergegas meninggalkan tempat tersebut dan menuju hotel, mandi. Sebelumnya kami juga menyempatkan diri menuju toko aksesoris, bermaksud membeli sedikit buah tangan untuk teman-teman. Selesai mandi kami menuju Ocarina! Ngapain kesana? Bersepeda. Cieilah sepedaan, kayaknya seru banget gitu ya kan. Kami sampai disana sekitar jam 5 an, hampir jam 6. Untuk memasuki area ini di charge satu orang Rp 10.000. Dan untuk sepeda, Rp 15.000, tandem (sepeda untuk dua orang) Rp 30.000, dengan jangka waktu hingga jam 7 malam. Aku tidak sempat foto tempatnya karena tidak kepikiran juga huhu. (ini satu-satunya foto yang kuambil disana)


Sebelum kami memasuki area parkiran sepeda, aku sempat bertemu teman, Jeslin. Kami bertukar sapa bertanya keadaan dan barulah aku pamit kemudian setelah di tunggui oleh teman-temanku yang lain. Tak lama kemudian Rendi teman kami juga sudah sampai di tempat, ia menyewa sepeda dan bergabung dengan kami, rencananya kan memang quality time bareng.

Oke, kenapa kami menyewa satu tandem? Dulu sewaktu kecil aku bisa bersepeda, cuma jalan lurus saja, kalau belok gak bisa. Mungkin karena usia tua aku jadi gak bisa bersepeda ya. Nah tanpa aku jelasin secara langsung kalian pastinya sudah bisa menangkap kalau-kalau aku ini adalah pengendara sepeda abal, iya aku tidak bisa hahahaha (menertawakan kebodohan sendiri, ha…). Awalnya Kaka ingin bersepeda denganku, ya beban ini, tapi karena dia takut jatuh akhirnya Yogga lah yang di korbankan.

Aku dan Yogga bersepeda mengitari sekitaran sana, aku sama sekali tidak menikmatinya. Gila aja, takut jatuh akunya. Sama sekali tidak terbiasa. Untuk sepeda tunggal aku juga ada coba sendiri, adanya oleng melulu. Singkat cerita aku tidak berbakat menjadi atlet sepeda, padahal aku kira gampang banget loh setelah nonton anime sepeda-sepedaan gitu (Yowamushi Pedal anyone?). Ah tetapi meski begitu sedikit menyenangkan lah, soalnya aku jarang banget deh sepedaan gini. Bisa dihitung pake jari seumur hidup aku sepedaan berapa kali.

Setelah sepedaan kami menuju stan-stan di sekitaran, Kaka membeli kerak telur dan kami memakannya bersama, jam sudah menunjukkan pukul 7. Kami berlima memutuskan untuk makan malam di Cha ra da, tempat ini direkomendasikan oleh koko ku dan top banget! Suka aku. Mana harganya relatif murah (atau kami tidak pesan banyak ya?) total makan untuk 5 orang hanya seharga Rp 190.000, dan yang paling aku suka adalah sapinya! Ada manis-manis nya gituloh.

Makan malam kami berakhir bahagia, kami menuju alfamart membeli supply-supply makanan ringan setelah itu balik ke hotel lagi. Pukul 8/9 malam aku lupa kapan tepatnya kami berlima sampai di hotel, KX, Yogga dan Rendi tidak memiliki jadwal lain maka mereka nongkrong dikamar kami sementara kami bersih-bersih. Mengobrol hingga pukul 10 mereka beranjak pulang.

“Besok udah pulang kita Fer,”
“Ho oh, rasanya gak cukup ya?”
“Iya”

Begitu kira-kira percakapan kami. Jam 11.03 menit kami mendengar suara aneh dari kamar sebelah, seperti suara colokan charger yang dipaksa masuk. Cukup lama suara tersebut terdengar, mungkin sampai 5 menitan. Kami hanya berpandangan dan aku meyakinkan diri bahwa itu suara orang yang berusaha mencolok charger. Setelah itu kamar yang persis disamping kami juga terdengar suara. Kami agak parno juga soalnya di dalam kamar kami ada 1 pintu lain untuk menuju kamar yang lain. Tampaknya orang sebelah mencoba buka pintu penghubung itu, mungkin karena penasaran ya, malam sebelumnya kami juga mencoba buka tetapi tidak bisa. Yah syukurnya tidak ada lagi insiden-insiden aneh, malam sudah larut banget, jam 23.30 kami sudah terlelap.

Hari ketiga –
Pagi itu aku menutup alarm 2 kali dan auto bangun jam 7. Pulas sekali tidur kali ini, seperti hari sebelumnya aku langsung mandi dan keramas. Kami sarapan pop mie dan bubur instan kemudian packing barang biar tidak gelagapan saat check out nanti. Jam 9 KX dan Yogga sudah menunggu dengan sabar di kamar, maklum aku masih belum siap catok rambut.

Sarapan serba instan kami sudah cukup untuk mengganjal perut, namun KX dan Yogga masih belum makan maka kami pun menemani. KX menyarankan agar makan di mall saja, dan aku yang menyarankan Kangen Café. Aku dan kaka tidak makan makanan berat, hanya minuman dan juga 1 set makanan ringan berisi sosis, nugget, kentang goreng. KX memesan soto, Yogga memesan Nasi Goreng Pattaya dan Chicken Salted Egg.

Selesai makan kami menuju stand roti untuk membeli buah tangan. Aku beli cukup banyak, maklum keluargaku suka makan roti, Kaka juga beli, kami juga pergi ke JCO Donut membeli 2 box. Kami juga sempat ketemu dengan teman Kaka, kami bersapa kemudian menunggu temannya yang lain untuk berkenalan. Tepat jam 12.15 kami berpamitan dan berjalan menuju hotel, kami sudah melewati waktu check out!, dan kartu kami sudah tidak berfungsi! Panik, aku dan Kaka langsung menanyakan ke Customer Service, owalah dia telepon dulu ke cleaning service supaya kami dapat mengambil barang-barang. Benar saat kami naik mas-masnya bukain pintu, jadilah kami masuk mengambil barang bawaan kemudian segera turun ke lobby. Mengurus check out kemudian duduk diam tunggu jemputan hingga jam 1 an.

Mama ku dijemput duluan dari rumah tanteku, barulah menjemput kami di Hotel. Kami kemudian berpisah dengan KX setelah jemputan datang, barang bawaan kami cukup banyak namun Yogga membantu mengangkat huahaha. Setelah membeli tiket kami pun pulang kerumah masing-masing dengan aman nan tentram.

-END

Akhirnya trip berakhir! Wah kami rencanain trip ini udah dari lama banget, sebelum libur udah berapi-api bahasnya, dan benar-benar cuma modal nekat aja kami berangkat! Tapi keren banget, nambah-nambah pengalaman dan rasa-rasanya ketagihan. Btw, Kalian suka gak sih konten begini? Soalnya kalau bosen post selanjutnya tidak bahas trip dulu hehe, tapi kalau seru malam minggu ini bakalan share mengenai staycation kemarin! Komen dibawah ya.

Thank you so much sudah luangin waktu untuk membaca konten ini, jangan lupa react, comment dan share! Komentar kalian selalu berarti buatku! See you guys on the next post, CIAO~


(P.S: Update setiap malam minggu, untuk info postingan bisa di cek di story ig ku @fergiana.s)